Nanda Persada Ungkap Sosok-Sosok di Balik Lambe Turah: Akun Ini Diambil Alih, Bukan Karya Mereka

Nasional506 views

Jakarta – Konflik soal kepemilikan akun gosip fenomenal Lambe Turah masih menyisakan misteri. Kali ini, Nanda Persada, tokoh yang mengaku sebagai pendiri asli akun tersebut, akhirnya membeberkan fakta-fakta mengejutkan terkait pihak-pihak yang mengklaim sebagai “admin utama”.

Dalam pernyataannya, Nanda menyebut bahwa Argo Dinar bukanlah satu-satunya pihak yang mengambil alih akun Lambe Turah secara diam-diam. Ia juga menyebut adanya dua sosok lain yang turut mengendalikan akun tersebut di belakang layar, yakni TH dan seseorang berinisial NT, yang disebut-sebut sebagai pengelola konten sekaligus penentu arah narasi gosip yang beredar selama ini.
“Nama-nama ini selama bertahun-tahun berada di balik layar, membangun persona seolah mereka adalah pemilik sah Lambe Turah. Padahal mereka masuk setelah akun ini sudah besar,” ujar Nanda.

Menurutnya, peran mereka lebih kepada menguasai momentum viral, bukan membangun dari nol. “Mereka masuk ketika follower sudah ratusan ribu. Saya tahu siapa yang pertama kali mengatur log-in, siapa yang mengatur email, dan siapa yang melakukan monetisasi. Saya punya semua datanya,” ungkap Nanda sambil menunjukkan tangkapan layar yang menurutnya adalah bukti digital.

Nanda juga menyebut bahwa TH dan NT sering menggunakan akun untuk kepentingan pribadi maupun politik, dengan menyebarkan narasi yang tidak diverifikasi, bahkan kadang memuat fitnah yang bisa merugikan individu atau institusi.

“Fakta ini harus diketahui publik. Banyak yang percaya akun ini netral dan cuma hiburan. Tapi kenyataannya, akun ini sudah digunakan sebagai alat framing dan pembentukan opini untuk kepentingan segelintir orang,” ujarnya tegas.

Lebih mengejutkan lagi, Nanda mengklaim bahwa pembagian hasil dari endorsement dan iklan tidak pernah transparan. “Saya sebagai inisiator tidak pernah dilibatkan dalam pembicaraan komersial. Saya hanya tahu dari pihak ketiga bahwa akun ini dibisniskan besar-besaran,” katanya.

Ia berharap akun Lambe Turah tidak lagi dijadikan alat untuk kepentingan personal oleh orang-orang yang, menurutnya, “tidak punya hak moral maupun hukum”.

“Ini bukan sekadar tentang akun gosip. Ini tentang keadilan digital. Tentang siapa yang punya hak, siapa yang membajak, dan siapa yang menjual kepercayaan publik demi keuntungan pribadi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *