Atensi Kapolri, Bareskrim dan Polda Metro Jaya Serbu Kampung Narkoba di Jakarta

Nasional15 views

JAKARTA — Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan unsur pemerintah daerah menggelar operasi pemberantasan narkoba secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (9/10/2026). Operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden kepada Kapolri untuk memperkuat pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Di Jakarta, operasi gabungan menyasar dua lokasi yang dikenal sebagai kawasan rawan peredaran narkoba, yakni Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan 24 orang untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Operasi dipimpin Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Kristian Siagian bersama Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso. Kegiatan ini melibatkan personel dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, BNN, TNI, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Saat berada di Kampung Ambon, Jakarta Barat, Kristian menegaskan bahwa operasi pemberantasan narkoba dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Ia menyatakan jajaran kepolisian berkomitmen menindak peredaran narkotika sesuai arahan Presiden kepada Kapolri.

“Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Kami tidak akan tidur, masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba,” ujar Kristian, Jumat (9/10/2026).

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya memutus rantai peredaran narkoba. Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama warga di lingkungan masing-masing.

Kristian mengatakan kehadirannya bersama jajaran Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di Kampung Ambon menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dengan masyarakat untuk memberantas peredaran narkotika.

700 Personel Gabungan Dikerahkan di Kampung Ambon dan Boncos

Sementara itu, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menjelaskan bahwa penggerebekan di wilayah Jakarta dilakukan secara simultan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos dengan melibatkan sekitar 700 personel gabungan.

Personel yang diterjunkan berasal dari unsur Brimob, Dalmas, satuan narkoba tingkat Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polres, serta TNI.

“Pada pagi hari tadi kami melaksanakan operasi secara simultan di dua titik, yaitu di Kampung Boncos dan juga di Kampung Ambon dengan kekuatan 700 personel, yaitu dari Brimob, Dalmas, dari Narkoba baik Polda, Mabes Polri, maupun Polres, kemudian dari TNI,” kata Bismo.

Dari operasi di kedua lokasi tersebut, petugas mengamankan total 24 orang. Rinciannya, delapan orang diamankan di Kampung Boncos dan 16 orang lainnya di Kampung Ambon.

Bismo menegaskan bahwa orang-orang yang diamankan masih menjalani proses penyelidikan. Penanganan lebih lanjut dilakukan untuk mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam aktivitas yang berkaitan dengan peredaran atau penyalahgunaan narkotika.

Dalam penggerebekan di Kampung Ambon, petugas menyisir sejumlah tempat, mulai dari rumah kontrakan hingga lapak-lapak yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba.

Bismo menyebutkan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut, termasuk alat isap atau bong yang disewakan, barang yang disimpan di kamar kos, serta barang yang ditemukan di dalam sepeda motor.

“Yang jelas yang kita dapati saat ini tadi secara fakta ada lapak ya, ada yang menyewakan bong-bong tersebut, kemudian ada yang menyimpan di kos-kosan, ada yang menyimpan di dalam motor, dan lain sebagainya,” jelas Bismo.

Barang-barang yang ditemukan menjadi bagian dari proses penanganan perkara dan pendalaman oleh petugas. Sementara itu, pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan dilakukan untuk memastikan peran masing-masing berdasarkan bukti yang diperoleh.

Operasi gabungan ini menegaskan komitmen Polri bersama BNN dan unsur terkait dalam menekan peredaran gelap narkotika. Selain penindakan terhadap dugaan aktivitas ilegal, keterlibatan masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat pengawasan lingkungan dan membantu memutus mata rantai peredaran narkoba.

Melalui operasi serentak tersebut, aparat menargetkan upaya pemberantasan narkotika berjalan lebih terkoordinasi, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari dampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.